Tak Melulu Seram: Sisi Lain Sejarah Lawang Sewu

Bangunan mewah dengan ornamen kuno ini tetap berdiri kokoh ditengah Kota Semarang. Lampu kekuningan berderet disepanjang lantai menjadikan nuansa nyaman serta damai berdatangan begitu saja. Semarang sendiri menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang mempunyai sisi eksotis yang berbeda. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya peninggalan sejarah yang tetap terawat hingga saat sekarang. Lawang Sewu adalah bagian yang terus meningkatkan rasa penasaran pengunjung. Selain karena aura mistis yang santer dibicarakan.  Sejarah Lawang Sewu sendiri membuat wisatawan dalam dan luar negeri berdatangan.

Kondisi yang tidak kalah menarik ialah konsep Lawang Sewu yang kini banyak difungsikan sebagai bagian dari tempat nongkrong kece. Sehingga tidak heran jika kalangan anak muda kerap menjadikannya sebagai bagian rekomendasi tempat hits. Keseruan berkunjung ke Semarang tidak lengkap tanpa menenggok sejarah dari setiap sisi Lawang Sewu. Tidak perlu khawatir dan berpikir tentang hal seram yang ada padanya. Sebab, setiap pengunjung akan ditawari satu pemandu. Dimana Anda bakal diajak berkeliling banggunan. Melihat semua koleksi serta certia dibalik peninggalan yang ada.

Tepat, setiap lawang (pintu) disini terisi oleh peninggal sejarah yang misteris. Mulai dari buku kuno yang masih terjaga rapi, sampai dengan lokomotif-lokomotif usang yang memang sering dikaitkan dengan alam tak kasat mata. Meskipun begitu Lawang Sewu bukan bangunan seram yang sering memakan korban. Disini benar-benar penuh history mengenai zaman penjajahan. Kemudian dibagian tiap pintu dijaga dengan baik. Bahkan Anda tidak akan menemukan debu berserakan. Pasalnya, bangunan ini benar-benar terjaga dengan baik.

Sisi lain yang juga menyenangkan ialah dominasi warna dinding yang tetap seperti semula. Bayangkan, bagaimana orang dulu mampu membuat bangunan sekeren ini? Saat malam tiba, dari kejauhan Lawang Sewu seperti istana mengagumkan yang berdiri tepat di tengah Kota Semarang. Banyak anak muda yang nongkrong di halaman bangunan. Mereka  bisa menikmati waktu menjelang sore dengan segelas kopi ataupun jajanan ringan lain. Bukankah kegiatan semacam ini akan sangat menyenangkan?

Menilik Sisi Lain dari Sejarah Lawang Sewu

sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu (Pintu Seribu) adalah bangunan super mewah yang memiliki aura tersendiri. Bangunan ini sendiri dibangun tanggal 27 Februari 1904. Dia dinamakan Lawang Sewu oleh masyarakat sekitar karena jumlah pintu yang banyak. Namun, ketika dihitung pintu pada bangunan tidak sampai 1.000. Mungkin anggapan seribu karena jendela pada bangunan berukuran besar serta tinggi. Pembangunannya sendiri dilatar belakangi oleh ketidakmampuan kantor NIS di Stasiun Semarang akan tenaga administrasi.

Sebagai dampaknya banyak bangunan perseorang yang disewa untuk kegiatan administrasi sementara. Dinilai kurang efektif kemudian dibuat ide tentang pembangunan lokasi baru. Nah, desain bangunan baru tersebut langsung diserahkan kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Quendag. Keduanya adalah arsitek yang bertempat tinggal di Amserdam. Perancangannya sendiri dilakukan pada tahun 1903. Dimana semua bentuk rancangan dilakukan di Belanda.  Sejarah Lawang Sewu sendiri terus berkembang hingga diketahui oleh berbagai negara.

Bukan sesuatu yang aneh karena pada masanya banggunan ini termasuk sentral kegiatan kantor kereta api. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Lawang Sewu tidak hanya terdiri dari 2 lantai utama. Ia mempunyai bagian loteng serta ruang bawah tanah yang difungsikan sebagai penjara. Data tersebut yang kemudian membuat Lawang Sewu kerap dikaitkan dengan hal menyeramkan. Kondisi itu juga yang pernah membawanya dinobatkan sebagai bangunan terangker di Asia. Rasionalnya, bangunan mewah, besar, kuno, dan tidak ditempati. Pasti langsung dikaitkan dengan hal-hal menyeramkan.

Meskipun begitu sekarang mewah Lawang Sewu kembali mengeluarkan harumnya. Dimana bangunan eksotis tersebut menjadi museum serta tempat wisata yang kerap dirindukan. Tepatnya tahun 2011 ia selesai direnovasi. Kenyataan tersebut yang kemudian mengubah image seram. Beralih menjadi bangunan peninggalan yang penuh sejarah. Anda bakal menikmati setiap sudut bangunan yang dibuat dengan kerja keras. Keeksotisan kian terpancar karena desain sederhana yang membuat siapapun betah berlama-lama menikmati angin sore di Semarang.

Akses Mudah Menuju Lawang Sewu

sejarah Lawang Sewu

Bagi Anda yang ingin berkunjung dan belajar mengenai sejarah Indonesia. Lawang Sewu siap memberi gambaran secara implisit tentang apa yang ingin diketahui. Akses menuju lokasi tidak terlalu sulit. Sebab, bangunan super menawan tersebut berada tepat di tengah Kota Semarang. Anda bisa naik Bus Trans Semarang untuk menghemat biaya serta waktu. Sedangkan tiket masuk untuk menikmati sejarah berharga dari Belanda ini murah. Dimana usia dewasa hanya perlu membayar Rp.10.000. Nah, bagi pengunjung yang benar-benar memahami seluk-beluk dari Lawang Sewu bisa menambah tarif tambahan untuk jasa tour guide sebesar Rp.30.000. Sejarah Lawang Sewu akan membuat liburan Anda di Semarang semakin sempurna. Semoga bermanfaat.