Sejarah Keraton Yogjakarta yang Mengagumkan

Sejarah Keraton Yogyakarta menjadi simbol kebesaran daratan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem kejawen masih terasa dan dilestarikan hingga sekarang. Masyarakat guyup rukun dengan cerita kerajaan yang terus dikenang oleh keturunan. Yogyakarta sendiri termasuk kota besar di Indonesia yang terus memikat wisatawan melalui adat serta seni yang tetap melekat padanya. Selain itu, kekayaan sumber daya alam yang ia miliki membawa publik pada pesona tiada henti. Para pecinta pantai, kuliner, sampai dengan peninggalan kerajaan. Semua mampu ditemukan dengan mudah.

Bahkan lebih menyenangkannya terawat sempurna. Lihat saja, bagaimana Yogya terus menjadi destinasi mancanegara untuk melihat warisan budaya yang tidak tergerus oleh zaman. Hal serupa juga terjadi pada keindahan serta keagungan dari sejarah Keraton Yogyakarta yang tetap jaya hingga sekarang. Warga lokal sendiri mengakui bahwakan masih sering merayakan adat dari keraton. Sampai disini jelas bahwa Yogyakarta bukan sekedar bagian dari Tanah Air. Melainkan simbol kejayaan para raja dalam sejarah Indonesia itu sendiri.

Pada tahun 1950 Keraton Yogyakarta telah diresmikan sebagai milik Republik Indonesia. Meskipun demikian ia tetap menjadi bagian kehidupan untuk keturunan para raja. Dia memiliki 7 kompleks inti yang semuanya mempunyai fugsi yang berbeda-beda. Anda bakal melihat bagaiman seni begitu melekat pada bangunan. Setiap sudut memiliki makna mendalam bukan hanya tentang kehidupan. Melainkan terkait hubungan manusia dengan Tuhan. Keraton Yogyakarta juga masih sering dijadikan tempat untuk menyelenggrakan upacara. Selain itu, hampir semua peninggalan tertata rapi hingga risiko kehilangga sejarah semakin kecil.

Berbicara mengenai Yogyakarta tentu membawa pikiran pada sisi seni yang ia miliki. Bahkan disini lahirnya beberapa seniman unggulan Indonesia. Sejarah Yogyakarta begitu panjang hingga setiap seniman. Baik sastra, tari, lukis, dan lainnya memiliki cerita mengagumkan dari daratan para raja tersebut. Wajar ketika sekarang Yogya bukan sekedar kawasan destinasi. Ia menjadi kota penuh makna yang kerap membawa pemiliknya untuk datang serta menghabiskan masa tua disana. Bukankah mendengar nama Yogyakarta sudah membuat hati ingin tetap berlama-lama?

Sejarah Keraton Yogyakarta Nan Agung

Sejarah Keraton Yogjakarta yang Mengagumkan

Sejarah Keraton Yogyakarta dimulai saat Sultan Hamengku Buwono I mendirikannya pada tahun 1755. Beberapa sumber mengatakan bahwa lokasi dari keraton adalah bekas pesanggrahan. Pesanggarahan sendiri temapt yag difungsikan sebagai tempat istirahat iringan jenazah para raja Mataram sebelum dimakamkan di Imogiri, Bantul. Sedangkan menurut sumber lain disebutkan bahwa lokasi Keraton Yogyakarta berada tepat di sebuah mata air bernama Umbul Pacethokan.

 Secara visual keraton mempunyai 7 kompleks inti yang tiap bagian mempunyai makna serta kegunaannya masing-masing. Selain itu, disini Anda mampu melihat berbagai bentuk warisan budaya. Mulai dari upacara hingga benda-benda bersejarah lain. Keraton Yogyakarta juga bentukan lembaga adat yang sempurna dengan pemangku adatnya. Sehingga bukan sesuatu yang mengherankan jika nilai-nilai filosofi Keraton begitu dijunjungi serta dipercayai. Tepat tahun 1995 bangunan dengan 7 kompleks tersebut dicalonkan sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

 Tata ruang Keraton Yogyakarta dibuat sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan kuat serta jaya. Disini wisatawan mampu melihat setiap bagian inti terpisah dari satu dengan lainnya. Arsitektur yang digunakan juga membuat kian terperanggah. Bagaimana tidak? mayoritas kompleks utama mempunyai halaman yang terlapisi oleh pasir yang berasal dari Pantai Selatan. Kemudian penempatan pohon juga terlihat sangat diperhatikan. Semua kompleks utama dipisah oleh tembok dengan ukuran cukup tinggi.

Serta visual daun pintu dibuat dari kayu jati nan tebal. Tepat, arsitektur Jawa begitu kental. Beberapa bagian juga menunjukan sensasi budaya asing. Mulai dari Belanda, Tiongkok, hingga Portugis. Kompleks depan berisi Gladhag-Pangurakan, Alun-alun Lor, Masjid Gedhe Kasultanan,. Kompleks inti terisi oleh Kompleks Pagelaran, Siti Hinggil Ler, Kamandhungan Lor, Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul, serta Siti Hinggil Kidul.

Bagian selanjutnya ialah kompleks belakang yang juga menawan dengan kegunaan setiap bagian. Keindahan Keraton Yogyakarta juga kian lengkap dengan Taman Sari. Kompleks Taman Sari sendiri terbuat terpisah yang merupakan peninggalan Sultan HB. I. Disinilah tempat rekreasi para sultan sekaligus kerabat istana.

Filosofi Mengesankan dari Keraton Yogyakarta

sejarah Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta menjadi tempat tinggal Sultan yang bertahta di Kesultanan Yogyakarta. Tempat ini tidak didirikan begitu saja. Terdapat filosofi serta makna tersembunyi yang membuatnya tampil mengesankan. Sejarah Keraton Yogyakarta sendiri akan memberi pengalaman sejarah yang cukup mencenggangkan. Dimana sebuah tempat tinggal dibuat sedemikian rupa hingga memperhatikan setiap detail.

Nama yang digunakan, bentuk ruang, arsitek, sampai pola pencahayaan semua diatur dengan teliti dan penuh arti. Hal tersebut yang kemudian membuat masyarakat masih sangat mempercayai tiap makna dari tradisi Keraton. Bagi Anda yang ingin mempelajarinya lebih dalam mengenai Keraton Yogykarta. Tidak perlu cemas karena banyak sumber yang mampu diakses.