Sejarah Gereja Katedral di Jakarta

Bangunan menawan berada di tengah Kota Jakarta. Mempunyai desain mengagumkan dan melambangan menuju Tuhan. Detail unik dengan pewarnaan yang tepat menjadikan Gereja Katedral Jakarta membawa sensasi nyaman tiada dua. Hampir sama seperti bentukan Katredal di dunia, disini juga Anda bakal melihat sentuhan neo gothic yang memang visualisasi gereja yang disukai pada masa itu. Sejarah Gereja Katedral di Kota Metropolitan ini sendiri cukup panjang. Dimana semua dilatar belakangi oleh melunaknya sistem yang terjadi.

Berbicara mengenai perkembangan serta desain gereja membuat pikiran terpusat pada perjalanan panjang persebaran kepercayaan. Daratan Eropa termasuk negara dengan konflik berkepanjangan mengenai agama. Dimana kemudian terjadi beberapa pemberontokan dan memunculkan nama-nama besar dibelakang gerakan renainseme. Beberapa sumber menyebutkan bahwa saat itu Jerman perah berkonflik dengan pengurus gereja. Pasalnya, agama seakan menjadi aturan dasar yang saksral. Saking sucinya banyak orang yang mempercayai. Padahal apa yang pihak internal lakukan sudah keluar dari rasional.

Sebut saja, bagaimana pihak geraja mengenalkan sistem hapus dosa. Waktu itu, orang yang ingin dosanya terhapus harus membeli kartu. Harga kartu tersebut tergantung dosa yang dilakukan. Ternyata uang hasil penjualan digunakan untuk membayar hutang. Sejarah panjang ini tertulis sebagai history penuh liku sebuah kepercayaan di Daratan Eropa. Sedangkan di Indonesia penyebaran agama dilakukan dengan berbagai langkah. Islam termasuk kepercayaan yang datang belakangan. Dan, melalui Gereja Katedral di Jakarta Anda bakal melihat bagaimana kepercayaan ini mampu dihidup berdampingan dengan damain.

Sampai disini semakin jelas bahwa Indonesia adalah negara multikultur yang bersatu karena beragam. Pembangunnya sendiri digagas oleh Pastor Antonius Djikmans tahun 1807-1826. Mengikuti desain katredal pada umumnya hingga sentuhan budaya Belanda terasa begitu saja. Fungsi utama untuk tempat ibadah. Namun, bagi agama  lain yang ingin berfoto di depan gereja juga tak ada salahnya. Bahkan kawasan ini sudah terasa seperti wisata karena dibuat sedemikian rupa hingga menawarkan panorama menyenangkan. Tepat, kesempatan tersebut bisa jadi rekomendasi liburan saat berkunjung ke Jakarta.

Sejarah Gereja Katedral Jakarta yang Mengesankan

Sejarah Gereja Katedral di Jakarta

Gereja Katedral yang dirancang oleh Pator Antonius Djikmans. Prosesnya cukup panjang hingga pada tangga 21 April 1901 baru diresmikan serta diberkati oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ. Peristiwa bersejarah tersebut dilatar belakangi oleh perubahan politik di Belanda. Dimana pergerakan ini membawa dinamika yang positif. Masyarakt lebih memiliki ruang untuk berekspresi. Pada tanggal 4 April 1808, dua orang petinggi (imam) dari Belanda tiba dI Jakarta. Tanggal ini menjadi termasuk ceria mengharukan karena inilah pertama kali misa terbuka kembali diselenggarakan.

Selama tahun 1808 kedua imam ini melakukan serangkaikan acara penyebaran kepercayaan. Sampai berhasil membaptis 14 orang. Pertumbuhan umat kian melonjak hingga diperlukan rumah ibadah yang cukup untuk jamaah melakukan sembahyang. Kemudian  2 Februari 1810 Pastor J. Nelissen, Pr memperoleh sumbangan kapel. Tidak tanggung-tanggung karena hadiah kapel berserta isinya dinilai sepadan dengan apa yang mereka butuhkan. Baru tanggal 1 November 1890 dukungan untuk membuat gereja baru kian santer terdengar.

Bahkan di tahun yang sama terjadi kontrak antara Monseigneur Claessens dan Leykam mengenai pembelian 3 juta batu bata. Setelah itu, langsung ditunjuk dua orang yang bertugas perancang sekaligus memikirkan mengenai arsitek bangunan. 1891 barulah diletakan batu pertama sebagai tanda pembentukan gereja baru. Tepat. Sejarah Gereja Katedral Jakarta memakan waktu cukup lama. Hal tersebut dikarena ditengah pengarapan terjadi penambahan arsitek. Meskipun begitu umat tidak tinggal diam. Mereka bersama-sama saling membantu. Setelah mengalami begitu banyak kendala serta anggaran dana.

10 tahun kemudian gereja baru selesai.  Dari awal berdiri hingga sekarang sudah hampir 100 tahun gereja tersebut berdiri kokoh. Ragam peristiwa terjadi begitu saja mewarnainya. Sempat mengalami renovasi berupa pengecatan ulang yang dilakukan tahun 2002. Arsitektir gereja dibuat dengan sentuhan neo gothik. Kontruksi bangunan dikendalikan oleh profesional dari Cina. Terdapat tiga menara yaitu, Menara Benteng Daud, Menara Gading, dan Menara Angelus Dei. Memiliki lonceng yang merupakan hadiah dari Clemens George Marie Van Arcken.

Interior Mengagumkan Gereja Katedral Jakarta

sejarah Gereja Katredal

Pertama Anda akan dibuat terpukau oleh konsep yang ditawarkan. Pandangan yang menuju pada Serambi Gereja. Dimana terdapat 2 batu pualam yang terletak terpisah. Masing-masing berisi informasi mengenai pembangunan gereja. Selanjutnya, ruang umat dibuat nyaman dengan dominasi warna alam. Terakhir, terdapat panti imam. Sejarah Gereja Katedral ini menjadi bukti tentang Tanah Air yang menyimpan seribu satu history bermakna. Anda juga bisa mengunjungi sebagai bentuk pembelajaran mengenai sejarah persebaran serta budaya Belanda. Tidak perlu khawatir karena akses menuju lokasi tidak sulit. Pengunjung hanya membaca denah yang sudah tertera dibagian kawasan wisata di Jakarta. Semoga bermanfaat.